Kabupaten Simeulue adalah sebuah kabupaten dalam wilayah Provinsi Aceh, Indonesia. Berada kurang lebih 150 km dari lepas pantai barat Aceh. Kabupaten Simeulue terdiri dari Pulau Simeulue dan 56 pulau-pulau kecil lainnya. Pulau Simeulue memiliki panjang sekitar 100 km dan lebar sekitar 8-28 km. Kabupaten Simeulue memiliki luas sekitar 2.310 km². Gunung yang tertinggi adalah sekitar 600 meter. Kabupaten ini memiliki curah hujan sekitar 2.824 mm pertahun.
Ibukota Kabupaten Simeulue adalah Sinabang. Pelabuhan utama di Sinabang berjarak 105 mil laut dari Meulaboh (Aceh Barat) dan berjarak 85 mil laut dari Tapaktuan (Aceh Selatan). Kabupaten ini sekarang dipimpin oleh Drs. H. Darmili.
Kabupaten Simeulue dibagi menjadi 8 kecamatan dan 135 desa. Kecamatan-kecamatan yang berada di Kabupaten Simeulue adalah sebagai berikut:
Terdapat tiga bahasa utama yang dominan dalam pergaulan sehari-hari yakni bahasa Ulau, bahasa Sibigo, dan bahasa Jamee. Bahasa Ulau (pulau) umumnya digunakan oleh penduduk yang berdomisili di Kecamatan Simeulue Timur, Teupah Selatan, Teupah Barat, Simeulue Tengah dan Teluk Dalam. Bahasa Sibigo umumnya digunakan penduduk di Kecamatan Simeulue Barat, Alafan dan Salang. Sedangkan bahasa Jamee (tamu) digunakan khususnya oleh para penduduk yang berdiam di sekitar kota Sinabang dan sekitarnya yang umumnya perantau niaga dari Minangkabau dan Mandailing.
Masyarakat Simeulue mempunyai adat dan budaya tersendiri berbeda dengan saudara-saudaranya di daratan Aceh, salah satunya adalah seni Nandong, suatu seni nyanyi bertutur diiringi gendang tetabuhan dan biola yang ditampilkan semalam suntuk pada acara-acara tertentu dan istimewa. Terdapat pula seni yang sangat digemari sebagian besar masyarakat, seni Debus, yaitu suatu seni bela diri kedigjayaan kekebalan tubuh terutama dari tusukan bacokan pedang, rencong, rantai besi membara, bambu, serta benda-benda tajam lainnya, dan dari seni ini pulalah para pendekar Simeulue acap diundang ke mancanegara.
Kabupaten Simeulue mempunyai potensi yang besar di sektor perikanan. Dalam satu dasawarsa terakhir hasil pulau Simeulue yang sangat terkenal adalah Lobster (udang laut) yang cukup besar ukurannya dan telah diekspor ke luar daerah seperti Medan, Jakarta dan bahkan ke luar negeri hingga Singapura dan Malaysia. Selain itu terdapat 305.000 ha area penghasil ikan yang merupakan pusat penghasil Tuna. Penangkapan ikan laut termasuk mata pencaharian utama dengan jumlah nelayan sekitar 6.500 jiwa.
Referensi:
- wikipedia
- http://www.sumatraecotourism.com/