Sekilas Tentang Kabupaten Aceh Singkil

Kabupaten Aceh Singkil adalah sebuah kabupaten yang berada di ujung barat daya Provinsi Aceh, Indonesia. Aceh Singkil merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan dan sebagian wilayahnya berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Kabupaten ini terdiri dari wilayah daratan dan wilayah kepulauan. Kepulauan yang menjadi bagian dari kabupaten ini adalah Kepulauan Banyak. Singkil merupakan ibukota kabupaten ini.
Sebelum Kabupaten Aceh Singkil terbentuk, wilayah Singkil dahulu merupakan daerah yang sangat terpencil dikarenakan kondisi alamnya yang masih berupa rawa-rawa dan hutan belantara yang sangat sulit untuk didatangi karena keterbatasan jalur transportasinya. Jalur transportasi yang dahulu ada hanya melalui jalur laut, itupun harus ditempuh berhari-hari lamanya dari Sibolga (Sumatera Utara) untuk dapat mencapai Singkil. Sedangkan dari daerah pedalaman untuk sampai ke Singkil harus melalui jalur sungai yang juga memakan waktu yang lama pula.
Kesan terhadap keadaan yang terpencil ini berubah seiring dengan terbentuknya Kabupaten Aceh Singkil yang ditetapkan tanggal 20 april 1999. Makmursyah Putra, SH dilantik sebagai Pejabat Bupati Kabupaten Aceh Singkil pada tanggal 27 April 1999 oleh Menteri Dalam Negeri Atas Nama Presiden Republik Indonesia di Jakarta. Peresmian Kabupaten Aceh Singkil dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 1999 oleh Gubernur Propinsi Daerah Istimewa Aceh di Lapangan Sultan Daulat Singkil.
Secara geografis, Aceh Singkil terletak pada koordinat 2°02' - 3°0' LU dan 97°04' – 98° 12' dengan batas wilayah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tenggara
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Trumon Kabupaten Aceh Selatan

Dengan terbentuknya Kabupaten Aceh Singkil, maka sejak itu lambat laun Aceh Singkil menjadi semakin berkembang. Tahap demi tahap pembangunan di wilayah Singkil mulai berjalan dengan dibangunnya sarana transportasi jalan, perkantoran dan pelabuhan. Berbagai sarana dan prasarana mulai dibangun dan dibenahi, ini terlihat dengan dibangunnya jalan Singkil-Rimo-Subulussalam sehingga memudahkan masyarakat untuk berhubungan ke Singkil sebagai ibukota kabupaten.
Setelah jalan Singkil-Rimo–Subulussalam dibuka, daerah yang semulanya hutan belantara kini berubah menjadi daerah yang produktif dan berkembang, yang semula merupakan daerah buangan setelah dibuka menjadi daerah bilangan. Selain itu juga dengan pembangunan Bandara Udara Syekh Hamzah Fansyuri diharapkan dapat meningkatkan jalur transportasi ke Aceh Singkil.
Tata ruang masih merupakan kendala yang sangat berat dihadapi oleh Kabupaten Singkil yang baru saja berdiri, akan tetapi hal ini tidak menjadi halangan berarti bagi Pemerintah Kabupaten aceh Singkil untuk mensejajarkan dirinya dengan kabupaten-kabupaten lain di Propinsi Aceh. Berbagai fasilitas Pendidikan dan Kesehatan mulai banyak dibangun, begitu juga dengan fasilitas umum lainnya seperti jembatan dan jalan yang merupakan sarana vital bagi masyarakat umum. Beberapa sektor juga mulai dibenahi seperti sektor pariwisata dengan mengandalkan Pulau Banyak sebagai tujuan utama wisata di Aceh Singkil.
Pada umumnya mata pencaharian warga Aceh Singkil adalah petani dan nelayan. Karena potensi hutan yang kaya, banyak para pemilik modal dari Medan yang menanamkan modal untuk membuka Hak Pengelolaan Hutan (HPH). Gerak ekonomi semakin semarak dengan perkembangan pertokoan di beberapa tempat seperti kota Subulussalam, Rimo, Rundeng, dan Singkil sendiri. Menjamurnya Pasar Tradisional yang dibuka pada hari tertentu (disebutkan pekan atau onan) tumbuh di banyak tempat. Perkembangan ini menjadikan peralihan mata pencaharian yang digeluti warga Aceh Singkil menjadi pedagang.
Kabupaten Aceh Singkil memiliki luas wilayah 3.578 km² yang terdiri dari 15 Kecamatan, 23 Mukim dan 190 Desa/kelurahan. Jumlah penduduk di Aceh Singkil adalah 154.516 jiwa.
Kecamatan-kecamatan yang berada di Kabupaten Aceh Singkil adalah sebagai berikut:

  1. Pulau Banyak
  2. Pulau Banyak Barat
  3. Singkil
  4. Singkil Utara
  5. Kuala Baru
  6. Simpang Kanan
  7. Gunung Meriah
  8. Danau Paris
  9. Suro Makmur
  10. Singkohor
  11. Kota Baharu
  12. Simpang Kiri
  13. Penanggalan
  14. Rundeng
  15. Sultan Daulat
  16. Longkib

Referensi:
- www.acehprov.go.id
- dinas kebudayaan pariwisata pemuda dan olahraga kab. Aceh singkil (www.pariwisata-singkil.com)