AOC dan Pemkab Simeulue Mengoperasikan Kembali Cold Storage di Simeulue

Salah satu aktifitas di Cold Storage Lugu Simeulue

Pemerintah Kabupaten Simeulue melaksanakan kerjasama dengan lembaga Aceh Ocean Coral (AOC) dan juga bermitra dengan pengusaha nasional dalam pengelolaan Cold Storage yang berada di kawasan Lugu Kecamatan Simeulue Timur. Dari hasil kerjasama dalam pengoperasian Cold Storage  ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Simeulue dan meningkatkan pendapatan asli daerah Simeulue dari sektor perikanan. Selain itu pihak lembaga Aceh Ocean Coral juga melakukan pembinaan terhadap nelayan yang berhubungan dengan penangkapan ikan yang ramah lingkungan. Kerjasama dengan Pemkab Simeulue ini direncanakan berlangsung selama 8 tahun.

Secara geografis pulau Simeulue terletak pada koordinat 95 43' 23' – 96 26' 41' BT dan 2 19' 3' – 2 26' 41' LU. Pulau Simeulue memiliki panjang lebih kurang 100,2 km dan lebar 8–28 km. Luas pulau Simeulue adalah 198.021 Ha, sedangkan luas pulau-pulau kecil disekitarnya adalah 14.491 Ha, sehingga total keseluruhan 212.512 Ha.
 
Potensi perikanan di Kabupaten Simeulue sangat menjanjikan baik untuk budidaya laut maupun untuk perikanan tangkap. Kabupaten Simeulue dengan luas wilayah 212.512 Ha memiliki penduduk yang berjumlah 83.961 jiwa yang tersebar di 8 Kecamatan dan 138 desa. Simeulue memiliki luas perairan laut 21.487,80 km2 dan mempunyai 63 pulau–pulau kecil di sekitar pulau Simeulue.
 
Melihat potensi yang luar biasa terhadap perikanan laut di Simeulue, lembaga Aceh Ocean coral memfungsikan kembali pabrik Cold Storage Lugu dengan bekerjasama dengan pihak perusahaan swasta yang telah berpengalaman dalam bidang pengolahan ikan untuk pasar internasional. Cold Storage Lugu ini merupakan bantuan Islamic Development Bank (IDB). Saat ini Simeulue telah berhasil memiliki pabrik Cold Storage (pengolahan ikan) yang berkapasitas sekitar 100 ton.
 
Jenis pengolahan yang dilakukan di Cold Storage Lugu adalah ikan tuna untuk produk Loin yang dieksport ke negara Amerika Serikat. Ikan Kakak Tua (Bayam) jenis produk Villet  dieksport ke Taiwan, Korea Selatan, Thailand dan Singapura. Sedangkan Gurita untuk produk beku dieksport ke Taiwan dan Korea Selatan.
 
Pengolahan untuk 3 jenis komoditi tersebut yang diproses di Cold Storage Lugu dikerjakan oleh tenaga kerja lokal dan tenaga ahli yang didatangkan dari daerah Jawa dengan jumlah tenaga kerja 30 orang.
 
Bahan baku yang diproses di pabrik Cold Storage Lugu semua berasal dari laut Simeulue yang dibeli dari nelayan atau para pengusaha perikanan di wilayah Simeuleu. Target bahan baku untuk perhari sekitar 3 sampai 5 ton. Untuk saat ini bahan baku yang ada baru mencapai 1 ton perhari, hal ini disebabkan pihak pengelola belum melakukan tahap sosialiasi tentang informasi pengolahan ikan keseluruh kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Simeulue. Target produksi untuk ketiga komoditi tersebut adalah 120 ton/bulan.
 
Sedangkan kendala yang dihadapi saat ini bagi pihak pengelola Cold Storage Lugu adalah sebagai berikut:

  • Cuaca yang berubah tiba-tiba sehingga nelayan tidak bisa menangkap ikan secara maksimal.
  • Belum tersedianya fasilitas air bersih yang memadai (saat ini masih tergantung pada penggunaan air dari PDAM Simeulue yang diangkut dengan menggunakan kendaraan PDAM Simeulue sehingga biaya operasional lebih tinggi).
  • Ruang proses sangat kecil.
  • Listrik yang belum stabil.
  • Pihak pengusaha lokal atau pengumpul ikan masih menjual ikan ke kota Medan dan Sibolga yang disebabkan mereka masih memiliki kerjasama walaupun harga jual lebih murah.
  • Pihak pengelola dalam membeli bahan baku dari nelayan masih dengan harga tinggi sehingga tidak leluasa dalam bekerja.

Harga ikan yang dibeli dari nelayan Simeulue untuk jenis tuna adalah Rp 25.000/kg, gurita mencapai Rp 28.000/kg, sedangkan ikan bayam atau kakak tua mencapai Rp 8.000/kg.
 
Berdasarkan peta perikanan tangkap yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, lokasi yang berpotensi terhadap ikan tuna di perairan Aceh adalah salah satunya berada di lautan Pulau Simeulue.

Khusus untuk penangkapan ikan tuna pihak pengelola Cold Storage Lugu menyediakan kapal tangkap sendiri, hal ini disebabkan nelayan di Simeulue belum familiar dengan penangkapan tuna. Oleh karena itu pihak pengelola siap melakukan alih teknologi kepada nelayan lokal dengan mengikutsertakan nelayan lokal dalam aktifitas penangkapan tuna sampai ke lautan Hindia yaitu 8-10 mil dari pulau terluar Kabupaten Simeulue.